Saya yakin, sebagian besar dari kalian pernah mendengar
ungkapan ini. Entah dalam bahasa inggris atau bahasa Indonesia, mengalir
seperti air. Ungkapan ini sangat favorit diucapkan dikala seseorang ditanya
tentang sesuatu yang akan dikerjakan di masa depannya, entah itu besok, lusa,
minggu depan, bulan depan atau tahun depan, bahkan untuk beberapa tahun ke
depan. Saya sering mendengar orang-orang yang berkata seperti ini, bahkan
beberapa teman saya juga mengatakannya. Memang dunia ini penuh dengan
ketidakpastian, penuh dengan kejadian-kejadian di luar rencana kita. Seringkali
juga teman-teman saya berpikir, toh Tuhan sudah merencanakan saya akan begini
dan begitu, jadi ikut saja. Wah, saya jadi ikut berpikir juga nih kalo udah
nyangkut-nyangkut Tuhan gini, bisa dunia akhirat urusannya.
Tapi
bagaimana jadinya jika rencana Tuhan yang sempurna itu ada beberapa bagian yang
ditulis “improvisasi.” Saya sering menulis naskah drama, dan beberapa kali ikut
main drama juga. Saya mengerti betul bagaimana susahnya untuk benar-benar
menjadi sosok yang digambarkan oleh penulis scenario (yang bukan skrip saya)
secara tepat. Sangat susah untuk bisa mengatakan tepat seperti apa yang ditulis
dengan ekspresi atau gesture yang diharapkan. Apa yang kemudian terjadi adalah
saya, dan para pemain lainnya melakukan improvisasi. Yang belum tahu,
improvisasi itu adalah hal-hal yang dilakukan diluar kehendak yang ditetapkan
(dalam hal ini skrip) sesuai dengan kehendak yang melakukan (pemain).
Improvisasi tentu tidak sembarangan saja dilakukan, ada teknik dan
aturan-aturannya juga. Aturan dasar yang saya tahu adalah tidak mengubah esensi
atau pesan yang ingin disampaikan dari skrip tersebut, sama seperti kalau
menyanyi improvisasinya tidak boleh ‘fals’ begitu. Kemudian improvisasi harus
dilakukan tanpa mengganggu pemain lain dan tidak boleh mengganggu konsentrasi
pemain lain. Bayangkan saja pemain telah berusaha untuk memahami runtutan
cerita yang ditulis dalam skrip, dan improvisasi yang dilakukan membuat lawan
main bingung sampai skrip mana improvisasi yang dilakukan, kan malah bikin
seluruh pertunjukan itu menjadi kacau. Saya yakin dalam hidup pun demikian, ada
beberapa bagian dalam hidup ini yang perlu diimprovisasi. Kalaupun Tuhan udah
punya “perfect script” juga, saya yakin Dia di beberapa bagian dalam skrip itu
menuliskan “as your wish.” Tuhan toh sayang banget sama kita para ciptaanya,
jadi dia ingin juga melihat kita terlibat dalam karya besarnya, karna kita
bukan wayang atau boneka pertunjukkan bagi Dia.
Setelah
kalian membaca dua paragraph diatas, saya yakin kalian sudah berusaha
menebak-nebak apa yang ingin saya sampaikan. Jika kalian merasa saya nggak
setuju dengan judul diatas, maka tebakan kalian adalah tepat dan kalian berhak
mendapat hadiah permen, segera minta kepada orang tua kalian, hahaha. Jangan
terlalu serius gitu lah, ntar cepet tua loh.. Pertanyaan selanjutnya pasti
kenapa saya tidak setuju? Pasti pada nanya gitu kan? Jawabannya simple, sejak
kecil saya diajarkan sebuah kalimat begini oleh orang tua saya, “nak, kalau kamu percaya sama Tuhan dan
menyerahkan hidup padanya, maka Dia akan menjadikanmu kepala dan bukan ekor,
Dia akan membuat engkau terus naik dan bukan turun.” Setelah saya sekolah,
saya diajarkan oleh guru saya bahwa hukum alam untuk air, selain mengikuti
bentuk wadah dimana dia diletakkan, yang paling saya ingat adalah air selalu
mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah. Itu hokum alam,
kalau ada air mancur itu brarti udah nggak sesuai dengan hukum alam, udah ada
campur tangan manusia dan rekayasa teknologi. Yang alami tentu saja seperti air
terjun, mengalir dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah. Jadi
kalau mengikuti prinsip mengalir seperti air, maka yang terjadi adalah hal-hal
yang terus turun, padahal setiap orang ingin terus naik mencapai yang lebih
besar, lebih baik.
Poinnya
disini adalah saya tidak mengikuti prinsip flow like water dan mengajak kalian
untuk juga tidak mengikutinya. Saya tentu punya alasan kenapa prinsip ini tidak
baik. Alasan pertama sudah saya jelaskan seperti paragraph diatas. Setiap orang
ingin terus naik, sekolah yang lebih tinggi, karir yang lebih baik, juga punya
pasangan biar bisa memperbaiki keturunan (kalau yang terakhir ini curhatan yang
nulis sih wkwkwk). Intinya semua orang ingin yang lebih tinggi, jadi jangan
ikuti prinsip air ini. Alasan yang kedua adalah, air itu sangat fleksibel, dia
dengan mudah berpindah dari satu tempat ke tempat lain, sekecil apapun beda
ketinggiannya ia akan berpindah ke tempat yang lebih rendah. Kalo kalian mengikuti prinsip ini, kalian
akan susah maju karena setiap kali ada situasi berubah, kalian akan mengisi
celah yang lebih rendah, dalam arti akan mundur selangkah. Dengan demikian akan
susah untuk maju dan mengejar apa yang menjadi mimpi-mimpimu.
Sebagian
besar orang yang mengatakan prinsip flow like water yang saya kenal, mereka
mengikuti prinsip ini karena takut, takut berspekulasi, takut gagal, takut yang
terjadi tak sesuai dengan apa yang direncanakan, takut ini dan takut itu. Kemudian
yang terjadi adalah mereka tidak melakukan apa-apa, menjalani hidup dari hari
ke hari tanpa pernah menetapkan satu tujuan. Saya belum pernah mengenal orang
yang sukses dan memiliki pencapaian besar yang mengikuti prinsip ini. Setiap
orang sukses yang saya tahu adalah orang-orang yang bekerja keras pada setiap
hal yang telah mereka tetapkan sebagai tujuan. Andaikata hidup ini adalah
sebuah perjalanan dimana dalam waktu-waktu tertentu kita harus menyeberangi
sungai berarus deras, apakah masih ingin tetap mengalir seperti air dan
terhanyut sampai entah dimana. Setiap orang sukses yang saya tahu, mereka
menetapkan tujuan yang ingin mereka capai, mereka pasang target sukses mereka
akan seperti apa dan berusaha sekeras mungkin untuk mencapainya. Tak peduli ada
arus deras di hadapan mereka yang harus diseberangi, bila memang itu
satu-satunya jalan yang harus dilewati untuk mencapai tujuan, mereka akan
melakukannya, bahkan kalau itu perlu melawan arus, mereka melakukannya. Kalian
juga pasti ingin sukses kan? Tinggalkan prinsip flow like water itu, mulai
sekarang tetapkan tujuan hidupmu. Pasang target sukses yang ingin kalian capai.
Mulai susun strategi kalian untuk mencapainya, tetapkan langkah-langkah yang
akan kalian lakukan. Rencanakan setiap hal yang akan kalian lakukan untuk
mencapai cita-citamu, apa yang akan kalian lakukan minggu ini, bulan ini, tahun
ini dan tahun-tahun mendatang. Rencana mungkin tidak akan berjalan mulus sesuai
rencana, tapi dengan target yang kalian pasang, kalian tahu langkah apa yang
akan kalian kerjakan dan kemana kalian akan melangkah saat arus menyeret
kalian, setidaknya jangan kalah sebelum berperang.
See you
on top guys, man’s eyes see impossible, God’s eyes see I’mpossible, Whatever
you are doing with God, you can do anything.


