Tampilkan postingan dengan label Iseng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Iseng. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Februari 2016

MIRROR


Mirror never lies. Saya yakin anda tidak asing dengan ungkapan tersebut. Dia tidak akan tertawa saat anda menangis, atau nampak kurus bila kenyataannya anda tidak kurus. Saat kecil, saya juga belajar ada pepatah lain yang sesungguhnya bermakna kurang bagus, namun seringkali menggambarkan tindakan manusia. Buruk muka cermin dibelah. Kurang lebih artinya adalah mencari kesalahan pada pihak lain, namun saya lebih ingin menyoroti tentang kejujuran, seperti yang saya sampaikan di depan, mirror never lies, apa yang buruk akan diperlihatkan apa adanya, tidak ada tutup-menutupi atau manipulasi. Selain kejujuran, saya juga belajar tentang keseimbangan.
Cermin mengajarkan saya tentang keseimbangan. Selain mengajarkan kepada saya tentang apa adanya, cermin juga mengajarkan bahwa kehidupan adalah keseimbangan. Cermin tidak pernah menampakkan bayangan yang jauh saat saya di dekat cermin, dan tidak pernah menampakkan bayangan yang dekat saat saya berdiri jauh. Jarak antara bayangan ke permukaan cermin selalu sama dengan jarak saya pada permukaan cermin, Ibarat jungkat-jungkit, dengan berat beban yang sama dan jarak beban pada titik tumpu sama, maka diperolehlah posisi setimbang. Ohya, sebelum protes-protes bermunculan di benak anda, mari kita luruskan bahwa cermin yang kita sedang bahas adalah cermin datar, karena akan berbeda prosesnya apabila bertemu dengan cermin cekung, cembung atau cermin tembus pandang (one way glass). Nah mari kita lanjutkan, selain tentang jarak, tentang ukuran juga seimbang. Cermin tidak pernah memberikan kepada saya bayangan yang lebih kecil dari ukuran sebenarnya saya atau memberikan bayangan yang lebih besar daripada ukuran sebenarnya. Cermin mengajari saya bahwa kehidupan ini adalah tentang keseimbangan. Seperti symbol yang terkenal tentang keseimbangan, saya yakin anda semua mengenal yin  dan yang, saya menemukan juga keseimbangan dalam saya bercermin.
Selain keseimbangan, cermin juga mengajari saya bahwa hidup ini bukan tentang diri sendiri. Mungkin anda mempertanyakan ini, cermin kan bayangannya adalah diri kita sendiri, bahkan tak jarang kita memuja-muja diri sendiri betapa cantik atau gantengnya kita ketika memandang diri kita di cermin. Jawabannya adalah ya, sebagian besar orang berpikir demikian dan melewatkan sebuah pelajaran indah yang saya dapatkan, dan mungkin juga sudah disadari oleh orang-orang lain. Bayangan cermin membuat saya menyadari bahwa saya tidak sendiri. Memang iya bayangan itu adalah bayangan saya, tapi apakah bayangan tersebut benar-benar saya? Saya menyadari bahwa bayangan itu bukan sepenuhnya saya, dia adalah refleksi saya. Bagian kanan tubuhnya adalah tubuh kiri saya dan bagian tubuh kirinya adalah bagian tubuh kanan saya. Saat saya memperhatikan lebih dalam lagi, saya seperti sedang melihat orang lain berdiri menghadap saya. Ya, kehidupan bukanlah tentang diri sendiri, tapi ada orang lain juga yang hadir dalam dunia yang kita tinggali ini. Sama seperti kita memperhatikan bayangan diri kita di cermin, ada banyak orang di luar cermin itu yang juga membutuhkan perhatian anda. Ada orang-orang yang punya kekurangan yang anda bisa membantu memperbaiki atau menutupinya, seperti anda menutupi jerawat di pipi anda. Mungkin ada juga orang-orang diluar sana yang sedang sakit dan anda bisa membantu kesembuhannya, seperti anda mengobati luka bekas jerawat yang tak sengaja pecah. Bahkan yang terburuk, bayangan cermin bisa menjadi teman. Saya pernah melakukan yang terakhir ini, ketika saya merasa kesepian, bayangan cermin adalah teman ngobrol saya, meskipun yang terjadi adalah monolog, tapi saya tidak merasa sendiri. Anda juga bisa, menjadi teman ngobrol bagi mereka yang demikian, menjadi teman ngobrol yang bukan untuk menyelesaikan masalah, meskipun mereka akan sangat bersyukur tentunya bila anda mampu. Tak jarang saya bertemu dengan orang asing di pasar, stasiun, terminal, rumah sakit, halte, atau bahkan sekedar nongkrong di taman dan akhirnya menjadi teman ngobrol yang tentu saya tak ingat lagi apa telah kita bicarakan karena pada intinya adalah saya menemani kesepian mereka. Dengan saya menemani ngobrol, mereka yang saya temui tidak merasa sendiri lagi.
Pada dasarnya, manusia tidak diciptakan untuk sendirian. Seperti Adam yang diciptakan dengan diberikan Hawa (Eve) sebagai pasangannya, manusia juga mewarisi sifat dasar ini, tidak bisa diciptakan sendiri. Dalam kehidupannya, manusia selalu mencari rekan yang mampu menemaninya, atau sekedar menjauhkan diri dari kesendirian. Tak heran apabila dalam kehidupan ini penuh dengan cinta kasih, buah dari hubungan antar manusia yang menganut paham simbiosis mutualisme, saling menguntungkan kedua pihak. Cinta kasih yang benar adalah cinta kasih yang memberi. Oknum pemberi tentu bukanlah oknum yang mampu berdiri sendiri. Demikianlah cinta, cinta yang hanya satu pihak bukanlah cinta, cinta adalah oknum yang memberi, membutuhkan pihak lain sebagai pasangannya yang akan menerima cinta, sesuatu yang diberikan. Cermin juga telah mengajari saya tentang cinta kasih yang benar. Cinta kasih yang benar itu seperti cermin, bukan tentang diri sendiri, tapi juga mengasihi dan memperhatikan orang lain, prinsip memberi. Cinta kasih yang benar juga menganut prinsip keseimbangan, simbiosis mutualisme. Jika yang seorang menerima lebih besar dari pihak yang lain, lambat laun satu pihak akan kering, tapi bila ada timbal balik yang seimbang akan mampu bertahan. Selain prinsip memberi dan keseimbangan, cinta kasih yang benar juga memperhatikan prinsip kejujuran. Sama seperti cermin yang memberikan bayangan apa adanya, cinta kasih yang benar hendaknya adalah mencintai seperti apa adanya, tidak ada yang ditutup-tutupi atau dimanipulasi.

Mungkin diantara anda ada yang bertanya-tanya, gambar abstrak apa yang saya pasang di awal tulisan ini. Mungkin juga ada yang telah memahami dan melihat maksud tersembunyi dari gambar tersebut. Clue-nya adalah mirror dan keseimbangan. Bila anda mampu menempatkan kedua clue tersebut, maka anda akan memahami bahwa symbol cinta yang sering diungkapkan oleh kebanyakan orang mengandung makna keseimbangan. AKU CINTA KAMU.

Rabu, 06 Januari 2016

Pemimpin yang Tidak Takut Pada Mertua

Suatu ketika di alam baka, semua pemimpin hebat dari bumi mendapat undangan perjamuan surga. Anggap saja disana punya seperti stadion maha luas yang mampu menampung semua orang dari bumi, meskipun kali ini hanya para pemimpin hebat saja yang berkumpul. Di depan stadion, berdiri gagah Mikhael, malaikat yang ditugasi menjaga pintu masuk stadion. Stadion ini memiliki dua pintu dan Mikhael berdiri di antaranya. Pintu gerbang di sisi kanannya di atasnya bertuliskan Pemimpin yang takut pada mertua, sedangkan di sebelah kirinya bertuliskan bertuliskan Pemimpin yang tidak takut pada siapapun kecuali Tuhan. Mikhael kemudian mengumumkan bahwa hendaklah setiap pemimpin yang hendak masuk stadion memperhatikan tulisan di atas pintu gerbang dan masuk melalui gerbang yang sesuai dengannya masing-masing. Tak lama kemudian terdengar riuh rame suara desak-desakan di depan pintu gerbang pemimpin yang takut mertua, sedangkan pintu gerbang satunya tampak sangat lengang, teramat sangat sepi bahkan kosong, hanya ada dua orang saja yang melewatinya.  Merasa kagum, salah seorang pemimpin yang masuk dari pintu gerbang pemimpin yang takut mertua bertanya kepada salah satu dari dua orang tersebut, 
        “Apa rahasia anda sehingga anda tidak takut dengan mertua anda?” 
Pemimpin yang mendapatkan pertanyaan tersebut hanya menjawab singkat, 
        “saya tidak mengenal siapa mertua saya, saya tidak memiliki mertua.” 
        “Memangnya anda ini siapa?” sahutnya penuh penasaran. 
        “Adam.” 
Yang bertanya kemudian manggut-manggut saja, ternyata dia adalah manusia pertama, pantas saja nggak takut mertua, lha wong gak punya mertua kok. Kemudian dia bertemu dengan pemimpin satunya yang masuk lewat gerbang pemimpin yang tidak takut siapapun kecuali Tuhan. Dia berpikir pasti orang ini punya kiat khusus yang hebat, nggak mungkin kan kalau orang ini nggak punya mertua. Setelah sedikit memuji, dia bertanya apa rahasia suksesnya sehingga tidak takut pada mertuanya. Dengan sedikit berbisik, pemimpin yang ditanya menjawab, 
       “tidak ada kiat sukses sukses apapun,” jawabnya sambil berlalu. 
Karna penasaran, pemimpin yang bertanya tadi sedikit mengejarnya dan bertanya, 
       “kalo begitu, mengapa anda tadi masuk melalui pintu gerbang pemimpin yang tidak takut siapapun? Berarti anda tidak takut mertua juga kan?” 
       “Sstt,, jangan keras-keras..  Aku masuk lewat pintu gerbang pemimpin yang tidak takut pada siapapun kecuali Tuhan karna mertuaku melarangku masuk lewat pintu gerbang pemimpin yang takut pada mertua.”

Rabu, 04 November 2015

Dialog Hujan dan Anak Manusia

hay hujan.. lama tak bertemu denganmu.. apa kabarnya kau disana? tidakkah kau merindukan bumi?
hay hujan... aku merindukan dirimu.. merindukan penantianku selama kau hadir dalam waktuku.. bolehkah?

Apa iya kamu merindukanku? Apakah benar kamu merindukan tubuhku menemui bumi?  
Sepertinya engkau lebih mencintai bumi, merindukan aroma tanah basah dan semilir angin sejuk yang membelai wajahmu.

ya.. aku merindukanmu sama seperti bumi merindukanmu.. aku merindukan pasukan airmu yg memijat halus wajahku... aku merindukan teduhnya bumi ketika kau sirami dg cintamu, hay hujan... sungguh, aku menantikan kehadiranmu di sisa waktuku.

Ah gombal,, beribu kali kau katakan itu padaku. Kamu suka saat ku memijat halus wajahmu? Bukankah aku hanya sebagai topeng untuk menutupi airmatamu yang sering meleleh karna dia? Kamu hanya merindukan momen" itu, bukan merindukanku.

Ah... aku tak pernah bisa berbohong di depanmu, hujan.. Aku merindukan bersembunyi dibalik keadaanmu... aku merindukan air mataku yang bersatu dengan rintikan hujanmu... aku merindukan dingin yang kau timbulkan, dingin yang menyadarkan bahwa aku manusia yang lemah.. aku merindukanmu dan kumohon bergegaslah menjumpaiku.. setidaknya bukan demi aku, tetapi demi bumi yang merana karena tak kunjung kau hampiri.. 


Minggu, 01 Februari 2015

Semua akan menikah pada waktunya *

Kebetulan saya sedang jalan jalan di beranda akun medsos, sebut saja facebook begitu. Waktu liat-liat postingan yg ada kok ada yg menarik hati saya, postingan teman saya dari halaman orang luar negeri, begini isinya,,
Karena ini tulisan impor, saya akan coba menterjemahkan dalam bahasa kebangsaan saya, bahasa Indonesia yang kurang lebih demikian artinya.
Jangan menikah untuk seks,
jangan menikah karena kamu sudah berumur,
jangan menikah karena kamu merasa sudah tua,
jangan menikah karena kamu kesepian,
jangan menikah karena kamu perlu seseorang untuk menopang keuanganmu,
jangan menikah karena kamu terlanjur hamil,
jangan menikah karena kamu tidak ingin kehilangan seseorang,
jangan menikah karena tekanan keluarga,
jangan menikah karena kamu suka tentang hal pernikahan dan mengagumi setiap gaun pernikahan yang kamu lihat,
jangan menikah karena semua temanmu sudah menikah,
Tetapi menikahlah karena kamu sedang mencintai dan mengasihi,
menikahlah karena dia sahabat terbaikmu dan ketika cinta yang awal tadi sudah tiada lagi, dia masih tetap bisa membuatmu tersenyum.

Yakinlah bahwa suatu hari, hari pernikahan itu datang dan engkau akan menggandeng tangan yang tepat, bukan tangan yang seharusnya digandeng oleh orang lain. Tuhan sudah menciptakan setiap kita untuk berpasang-pasangan, jadi tidak ada alasan untuk khawatir kita tidak akan mendapatkan pasangan.

Saya suka dengan quote ini,

Well said, isn't? Saya selalu berpikir bahwa pernikahan adalah merger kebahagiaan, dua bahagia yg dilebur jadi satu dan menghasilkan kebahagiaan yg lebih besar, jadi kalo pernikahan banyak dukacitanya, berarti ada yang salah. Mungkin juga yang digandeng itu yang harusnya digandeng orang lain.
Ingat ya, menggandeng tangan yang salah bisa melukai 3 pihak, pihak pertama adalah pihak yang tangannya kamu gandeng, pihak kedua adalah pihak yang seharusnya menggandeng tangan pihak pertama dan pihak ketiga yang akan terluka adalah pihak yang harusnya menggandeng tanganmu.
Jadi, sebagai penutup tulisan ini, sabarlah, kita semua akan menikah pada waktuNya.

Rabu, 30 Juli 2014

BOYS RULES

Inget pernah nulis ini pas masih muda, jadi pengen share nih, mungkin bisa berguna, atau sekedar pelepas ketegangan dan menciptakan senyuman :)

Yang selalu kita dengar adalah Girls Rules, kini saatnya kami para cowok mengungkapkan isi hati kami. Ini adalah cerita dari sisi kami, kaum Cowok, Kaum Adam! Ini Kami, INI ATURAN KAMI‼
Untuk para cewek..mohon dibaca dan dimengerti:
1.      Tidak semua cowok seperti Deddy Corbuzier yang bisa baca pikiran orang. Jadi jangan harap kami bisa membaca isi pikiranmu di saat kamu manyun tanpa suara. Apa susahnya sih ngomong: “aku laper,,pengin makan,,”atau “aku minta dibeliin sepatu itu..” atau “jangan bikin akau sedih dong..” atau “kamu jangan …, …, … dong…” atau apapun itu.
2.      Hari Minggu adalah waktunya istirahat setelah 6 hari bekerja/kuliah, jadi jangan terlalu berharap kami mau menemanimu seharian jalan-jalan ke mall. Capek tau,…
3.      Berbelanja BUKAN olahraga. Dan kami gak akan berpikir ke arah situ. Bagi kami belanja ya belanja, kalau sudah pas ya beli saja, perbedaan harga di toko A dan B paling cuma seribu perak, gak usah dipake alasan untuk keliling kota cari yang paling murah, buang2 bensin aja.
4.      Menangis merupakan suatu pemerasan. Lebih baik kami mendengar suara guntur, petir, bom meledak atau apapun daripada suara tangisanmu yang membuat kami tidak bisa berbuat apa2.
5.      Beri tahu apa yang kamu mau. Cobalah untuk sepaham tentang hal ini,. Sindiran halus tidak dimengerti. Sindiran kasar juga tak akan dimengerti. Terang-terangan menyindir juga kita gak akan ngerti! Ngomong langsung knapa!
6.      “Ya” dan “Tidak” adalah jawaban yang paling tepat yang dapat diterima untuk hampir semua pertanyaan. It’s so simple.
7.      Kalau mau masalahmu selesai, ceritakan ke kami. Karena itu yang biasa kami lakukan, diskusi. Kalau Cuma pengen dapet simpati doang, cerita aja ke temten-temen cewekmu.
8.      Kalau bisa, ngomongin apa yang harus kamu omongin pas iklan aja. Ingat, jangan sekali-sekali ngomong apalagi pas tendangan penalti.
9.      Janji kami untuk mendaki gunung dan menyeberangi lautan itu hanyalah ungkapan klise saja, jadi jangan dianggap serius.
10.  Kalau kamu pikir kamu gendut, mungkin aja. Jangan tanya kami dong,, cermin lebih jujur daripada lelaki.
11.  Kalau kami nanya ada apa dan kamu jawab gak ada apa apa, kami akan berpikir memang gak ada apa apa. Ingat no. 1 kami bukanlah pembaca pikiran.


Demikian aturan ini dibuat dengan secermat-cermatnya, apabila pada suatu hari ditemukan kesalahan, maka akan ditambahkan dan dikoreksi sebagaimana mestinya.