Suatu ketika di alam baka, semua pemimpin hebat dari bumi
mendapat undangan perjamuan surga. Anggap saja disana punya seperti stadion
maha luas yang mampu menampung semua orang dari bumi, meskipun kali ini hanya
para pemimpin hebat saja yang berkumpul. Di depan stadion, berdiri gagah
Mikhael, malaikat yang ditugasi menjaga pintu masuk stadion. Stadion ini
memiliki dua pintu dan Mikhael berdiri di antaranya. Pintu gerbang di sisi
kanannya di atasnya bertuliskan Pemimpin yang takut pada mertua, sedangkan di
sebelah kirinya bertuliskan bertuliskan Pemimpin yang tidak takut pada siapapun
kecuali Tuhan. Mikhael kemudian mengumumkan bahwa hendaklah setiap pemimpin
yang hendak masuk stadion memperhatikan tulisan di atas pintu gerbang dan masuk
melalui gerbang yang sesuai dengannya masing-masing. Tak lama kemudian
terdengar riuh rame suara desak-desakan di depan pintu gerbang pemimpin yang
takut mertua, sedangkan pintu gerbang satunya tampak sangat lengang, teramat
sangat sepi bahkan kosong, hanya ada dua orang saja yang melewatinya. Merasa kagum, salah seorang pemimpin yang
masuk dari pintu gerbang pemimpin yang takut mertua bertanya kepada salah satu
dari dua orang tersebut,
“Apa rahasia anda sehingga anda tidak takut dengan
mertua anda?”
Pemimpin yang mendapatkan pertanyaan tersebut hanya menjawab
singkat,
“saya tidak mengenal siapa mertua saya, saya tidak memiliki mertua.”
“Memangnya
anda ini siapa?” sahutnya penuh penasaran.
“Adam.”
Yang bertanya kemudian
manggut-manggut saja, ternyata dia adalah manusia pertama, pantas saja nggak
takut mertua, lha wong gak punya mertua kok. Kemudian dia bertemu dengan
pemimpin satunya yang masuk lewat gerbang pemimpin yang tidak takut siapapun
kecuali Tuhan. Dia berpikir pasti orang ini punya kiat khusus yang hebat, nggak
mungkin kan kalau orang ini nggak punya mertua. Setelah sedikit memuji, dia
bertanya apa rahasia suksesnya sehingga tidak takut pada mertuanya. Dengan
sedikit berbisik, pemimpin yang ditanya menjawab,
“tidak ada kiat sukses sukses
apapun,” jawabnya sambil berlalu.
Karna penasaran, pemimpin yang bertanya tadi
sedikit mengejarnya dan bertanya,
“kalo begitu, mengapa anda tadi masuk melalui
pintu gerbang pemimpin yang tidak takut siapapun? Berarti anda tidak takut
mertua juga kan?”
“Sstt,, jangan keras-keras..
Aku masuk lewat pintu gerbang pemimpin yang tidak takut pada siapapun
kecuali Tuhan karna mertuaku melarangku masuk lewat pintu gerbang pemimpin yang
takut pada mertua.”