Rabu, 06 Januari 2016

Pemimpin yang Tidak Takut Pada Mertua

Suatu ketika di alam baka, semua pemimpin hebat dari bumi mendapat undangan perjamuan surga. Anggap saja disana punya seperti stadion maha luas yang mampu menampung semua orang dari bumi, meskipun kali ini hanya para pemimpin hebat saja yang berkumpul. Di depan stadion, berdiri gagah Mikhael, malaikat yang ditugasi menjaga pintu masuk stadion. Stadion ini memiliki dua pintu dan Mikhael berdiri di antaranya. Pintu gerbang di sisi kanannya di atasnya bertuliskan Pemimpin yang takut pada mertua, sedangkan di sebelah kirinya bertuliskan bertuliskan Pemimpin yang tidak takut pada siapapun kecuali Tuhan. Mikhael kemudian mengumumkan bahwa hendaklah setiap pemimpin yang hendak masuk stadion memperhatikan tulisan di atas pintu gerbang dan masuk melalui gerbang yang sesuai dengannya masing-masing. Tak lama kemudian terdengar riuh rame suara desak-desakan di depan pintu gerbang pemimpin yang takut mertua, sedangkan pintu gerbang satunya tampak sangat lengang, teramat sangat sepi bahkan kosong, hanya ada dua orang saja yang melewatinya.  Merasa kagum, salah seorang pemimpin yang masuk dari pintu gerbang pemimpin yang takut mertua bertanya kepada salah satu dari dua orang tersebut, 
        “Apa rahasia anda sehingga anda tidak takut dengan mertua anda?” 
Pemimpin yang mendapatkan pertanyaan tersebut hanya menjawab singkat, 
        “saya tidak mengenal siapa mertua saya, saya tidak memiliki mertua.” 
        “Memangnya anda ini siapa?” sahutnya penuh penasaran. 
        “Adam.” 
Yang bertanya kemudian manggut-manggut saja, ternyata dia adalah manusia pertama, pantas saja nggak takut mertua, lha wong gak punya mertua kok. Kemudian dia bertemu dengan pemimpin satunya yang masuk lewat gerbang pemimpin yang tidak takut siapapun kecuali Tuhan. Dia berpikir pasti orang ini punya kiat khusus yang hebat, nggak mungkin kan kalau orang ini nggak punya mertua. Setelah sedikit memuji, dia bertanya apa rahasia suksesnya sehingga tidak takut pada mertuanya. Dengan sedikit berbisik, pemimpin yang ditanya menjawab, 
       “tidak ada kiat sukses sukses apapun,” jawabnya sambil berlalu. 
Karna penasaran, pemimpin yang bertanya tadi sedikit mengejarnya dan bertanya, 
       “kalo begitu, mengapa anda tadi masuk melalui pintu gerbang pemimpin yang tidak takut siapapun? Berarti anda tidak takut mertua juga kan?” 
       “Sstt,, jangan keras-keras..  Aku masuk lewat pintu gerbang pemimpin yang tidak takut pada siapapun kecuali Tuhan karna mertuaku melarangku masuk lewat pintu gerbang pemimpin yang takut pada mertua.”