Selasa, 12 November 2013

Balance Congruency : Bukan Sekedar Jodoh yang Cocok

Balance Congruency, mungkin kata-kata tersebut tidak begitu asing bagi anda, namun kombinasi kata-kata tersebut berduet mungkin terdengar asing bagi anda. Balance Congruency adalah sebuah teori yang disampaikan oleh dosen saya, yang sebenarnya tidak berhubungan sama sekali dengan mata kuliah yang diampunya. Teori ini adalah hasil keisengan berpikir, waktu kosong di dalam kereta solo-jogja. Hal ini memang sebuah konsep yang berhubungan dengan masalah pasangan hidup, yang bagi sebagian besar orang menjadikan bahan kegalauan, penuh kebimbangan, keraguan, dan berbagai hal lain yang mengikutinya. Hal ini makin bertambah lagi pada mereka yang menyebut diri mereka 'jomblo', meskipun saya sendiri lebih suka menyebutkan (dalam postingan sebelumnya) Mandiri Berkualitas. ketika beliau menyampaikan teorinya, yang langsung kami ingat adalah potongan lingkaran seperti diagram venn yang saya pelajari di SMA, karena itulah yang beliau gambar di papan tulis. Tentu masih ingat bentuk ini kan??
Itu hanyalah konsep awalnya saja sih, karena konsepnya sedikit lebih rumit dari itu. Sebelum kita belajar lebih lanjut, ada pertanyaan penting yang harus dijawab terlebih dahulu. DALAM MEMILIH PACAR (PASANGAN HIDUP), apakah kalian lebih memilih ORANG YANG MEMILIKI BANYAK KESAMAAN DENGAN ANDA atau memilih ORANG YANG HAMPIR TIDAK MEMILIKI KESAMAAN (SEDIKIT KESAMAAN) DENGAN ANDA? Apapun jawaban anda, mari simpan pendapat anda hingga kesimpulan dari tulisan ini.
Oke, kita lanjut ke pembahasan awal kita. Dalam teori ini, lingkaran tersebut adalah segala sesuatu tentang diri kita dan pasangan kita, irisan yang di tengah melambangkan kesamaan yang ada di antara kita dan pasangan.Teori Balance Congruency ini memandang kondisi ideal yang sebaiknya di pilih adalah kondisi kedua, dimana pasangan yang baik adalah pasangan yang memiliki sedikit kesamaan. Seperti yang digambarkan pada gambar pertama diatas, sedangkan pasangan yang memiliki banyak sekali kesamaan digambarkan oleh irisan dibawah ini, dimana ruang irisannya sangatlah besar.








Alasan rasionalnya adalah pasangan yang memiliki banyak kesamaan ini akan cenderung nyaman dengan dunia mereka yang sama, kemana-mana bersama, melakukan aktifitas yang sama bersama-sama dan berbagai hal yang sama sehingga lupa tanggung jawab yang harus mereka lakukan untuk mengembangkan diri masing-masing menurut bakat dan minat masing-masing. Kondisi nyaman ini yang akan meningkatkan risiko mereka terlena larut dalam suasana berduaan, sampai suatu saat mereka sampai pada batas jenuh, tak ada lagi hal lain yang bisa dieksplorasi dari pasangan masing-masing. Kondisi yang sangat berbeda akan di alami oleh pasangan yang memiliki sedikit persamaan diantara mereka. di awal hubungan mungkin akan banyak konflik karena banyaknya ketidaksesuaian diantara mereka berdua. Namun seiring berjalannya waktu, semakin tumbuh cinta diantara mereka, akan ada beberapa hal yang berhasil dikompromikan dan saling diterima oleh pasangan. Hal baru ini tentu akan menambah kapasitas individual yang dimiliki masing-masing. Bila waktu terus berjalan, akan banyak hal yang dahulu berbeda sekarang menjadi satu dalam irisan kesamaan, dengan begitu bagian irisan yang dulu sedikit sekarang menjadi besar. Di sisi lain, disamping seorang mempelajari dunia baru dari pasangannya, yang menambah irisan kesamaan di antara mereka, individu ini juga memiliki waktu pribadi untuk mengembangkan diri sesuai bakat dan minatnya masing-masing. Waktu ini ada karena pasangan tipe ini tidak begitu banyak berfokus pada dunia bersama, sehingga masing-masing masih mampu memiliki waktu untuk melakukan aktifitas lain yang mengembangkan kapasitas dirinya. pada akhirnya, lingkaran kapasitas masing-masing individu akan terus membesar, dan masing-masing pasangan akan mampu selalu menemukan hal baru dari pasangannya, dan terus memperbesar irisan kesamaan diantara mereka sekaligus memperbesar lingkaran kapasitas diri pribadi. Berikut adalah gambarannya.







Gambar yang kiri menggambarkan kondisi awal hubungan, sedangkan gambar yang kanan adalah gambaran setelah kondisi ideal terjadi. Lingkaran hitam di gambar kanan merepresentasikan kemampuan awal, namun dengan irisan kesamaan yang lebih besar, sedangkan lingkaran biru yang lebih besar merepresentasikan kemampuan yang didapat hasil dari pengembangan diri dan pengenalan akan pasangan.
Nah, setelah kita mengetahui alasan-alasan dari teori ini, mungkin ada yang berargumen sebaliknya, mungkin juga ada yang sependapat. Semua keputusan ada pada anda, saya hanya ingin berbagi dengan anda, semoga membantu memberikan pertimbangan untuk anda memutuskan dengan siapa anda akan menghabiskan sisa hidup anda. Karena Pernikahan seharusnya hanya menjadi moment sakral sekali seumur hidup, maka keputusan untuk menentukan pendamping mana yang kepadanya anda akan mengucapkan janji setia sehidup semati adalah orang terbaik untuk anda.
Selamat Belajar, semoga anda mendapatkan yang terbaik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar