Selasa, 02 Desember 2014

Besi Menajamkan Besi

"Besi menajamkan besi, manusia menajamkan sesamanya"
Saya suka istilah ini, untuk bisa saling menajamkan, besi terlebih dahulu harus bergesekan dengan sesama besi, dalam setiap gesekan tentu akan menghasilkan panas, dan bila besi bisa teriak, pasti besi akan bilang, "panas,, panas,, cukup!" Jika hal itu terjadi, maka pastilah si pandai besi akan mendengar jeritan pilu tersebut dan menghentikan aktifitasnya menggesekkan besi-besi tersebut. Akibatnya kita sudah bisa duga, besi-besi tersebut hanya akan menjadi besi-besi biasa, bentuknya mungkin akan sama, menjadi pisau, sabit dan lain-lainnya, namun ketika proses itu tidak selesai dengan baik, mereka tidak akan menjadi berguna. Bila pisau-pisau tersebut tidak diasah dengan baik dan benar sampai ketentuan yang tepat, pisau tersebut tidak akan menjadi besi yang tajam. Untuk apa punya besi berbentuk pisau kalau tidak tajam. Pisau-pisau tersebut tidak hanya dibuat untuk pajangan kan?

Lalu, apa maknanya hal tersebut dengan manusia menajamkan sesamanya? Apakah kita harus bergesekan satu sama lain agar menjadi berguna? Yuppss,, secara mentahnya seperti itu, tapi kita tentunya nggak suka yang mentah-mentah gitu dong,, Seringkali kita lupa bahwa menajamkan adalah merupakan sebuah proses. Ada kegitatan yang dikerjakan, ada waktu yang dihabiskan selama proses, dan tentu ada pihak-pihak yang sedang diproses dan memproses. Gesekan antar manusia bukan berarti kita harus bergesekan seperti kita menggesekkan telapak tangan kita disaat kita kedinginan. Gesekan-gesekan yang terjadi dalam proses menajamkan sesama adalah misalnya saat kita harus berbeda pendapat dengan orang lain, tidak sepaham, tidak sepikiran, harus diskusi bahkan mungkin berdebat alot untuk dapat menemukan satu titik kesepahaman. Mungkin suatu saat akan tiba waktu-waktu dimana kita merasa tersakiti dengan kata-kata dari orang lain, atau kita sedang menyakiti orang lain dengan tidak kita sadari. Akan datang waktunya dimana gesekan ini begitu berat dan sakit, dan kita berteriak-teriak minta tolong kepada yang empunya proses ini, menjerit-jerit minta tolong sama Tuhan. Ada waktu dimana Tuhan seolah-olah tidak mendengar jeritan dan teriakan minta tolong kita, seakan tak perduli dengan keadaan kita. But, let us take God's sight. Dia disana seperti pandai besi, yang mengijinkan setiap gesekan-gesekan itu terjadi dalam hidup kita, karna Dia tahu setiap gesekan itu baik untuk kita. Dia sedang memproses kita untuk setajam yang dia inginkan, sesuai dengan kehendak dan tujuannya dalam hidup kita. Apakah kita akan dipakai untuk pisau daging atau pisau sayuran, tentu proses yang harus dilalui akan berbeda. Jadi jangan iri dengan proses yang orang lain dapatkan, Kuatkan dan teguhkanlah hatimu sampai proses yang ditentukan. Ingat, pisau yang tumpul tidaklah berbeda dengan besi-besi lain yang ada di tempat loakan besi tua.
Pastikan dirimu ambil bagian dalam rencana Tuhan, jangan puas telah menjadi pisau ataupun pedang, kalau pada akhirnya hanya menjadi pajangan. Nikmati proses yang ada dan jadilah berguna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar