Sebelum kita bahas lebih lanjut, sebenarnya saya sudah pernah membahas hal yang mirip dengan ini. Di artikel saya sebelumnya yang berjudul Belajar Move On, saya sudah menjelaskan kenapa move on itu sulit.
Sekarang kita akan membahas susahnya move on dari sudut pandang yang sedikit berbeda. Memang sih, bagi sebagian besar orang, masih belum bisa menerima bahwa hubungan mereka harus berakhir. Ada banyak sebab dan alasan kenapa hubungan pacaran tersebut harus berakhir, mulai dari yang sederhana sampai yang rumit, mulai dari yang apa adanya sampai yang penuh rekayasa. Ada yang dengan alasan klasik aku mau fokus sama kuliahku, atau orang tua ku tidak mengijinkan kita melanjutkan hubungan ini, atau yang klasik banget, kamu terlalu baik buat aku, aku nggak bisa terus sama kamu, kamu pantas mendapatkan yang lebih baik dari aku.
Oke, kita tinggalkan saja alasan-alasan dan sebab-sebab tersebut, karena faktanya kenapa orang harus MOVE ON adalah karena mereka PERNAH MEMILIKI HUBUNGAN (baca:pacaran/tunangan). Jadi apapun alasan yang ada tadi memang hanya alasan yang dibuat-buat saja. Nah, kenapa mereka pacaran padahal sebagian besar dari mereka sadar bahwa hubungan mereka mungkin akan membuat mereka sakit hati saat putus. Kalo ditanya, kenapa mereka pacaran adalah karena mereka sedang jatuh cinta. Disinilah letak kesalahan yang sebenarnya dari orang-orang yang susah move on. MEREKA SUSAH MOVE ON KARENA DULU MEREKA FALL IN LOVE, BUKAN FLY IN LOVE. Ketika seseorang sedang jatuh cinta, biasanya sangat susah untuk bangun. Plato, seorang filsuf besar di jamannya pernah mengatakan demikian, "Love is a serious mental illness" yang artinya adalah cinta itu adalah penyakit jiwa yang serius. Cinta itu bisa membuat orang yang sehat menjadi terganggu jiwanya, seolah mereka hidup di negeri dongeng yang semua terasa indah. Ketika cinta itu berakhir, mereka seperti terbangun dari mimpi-mimpi indah mereka dan melihat kenyataan hidup yang begitu berat itu dan merindukan masa-masa utopia di negeri dongeng tersebut. membayangkan kembali masa-masa indah saat masih pacaran dan sebagainya. Kesalahan selanjutnya adalah mereka menikmati masa-masa jatuh cinta itu dan nggak segera bangun. Udah tau kalo bangun itu susah kann,, apa nggak inget tuh waktu kita kecil, waktu kita lagi belajar jalan, waktu awal-awal banget kita baru bisa berdiri dan mencoba berjalan, susah banget buat bangun kan? Meskipun kita udah gede gini, sebenernya kita masih "sekanak-kanak" dulu kok, kita tidak pernah menjadi TERLALU DEWASA untuk menjalani hidup ini. Setiap saat kita dihadapkan pada situasi-situasi baru yang menuntut kita untuk terus bekerja keras. Jadi jangan sering-sering jatuh, apalagi sengaja jatuh, kalaupun ingin jatuh, jatuhlah pada tempat yang tepat, jangan jatuh sembarangan. Demikian juga dengan jatuh cinta, jangan suka jatuh cinta, bagaimanapun jatuh itu sakit kan?
Oleh karena itu, saya lebih suka dengan istilah "Fly in Love" ketimbang "Fall in Love". Kalo Fly in love itu kita umpamakan pacaran itu naik pesawat, tapi isinya cuma ada pilot dan co-pilot aja. Terbang atau tidaknya tergantung bagaimana orang yang di dalamnya. Kalo fall in love kan kita jatuh, kalo fly in love kita akan terbang. Terbang tentunya diatas dong, kita bisa lihat keindahan bumi dari atas ketinggian, mungkin bisa juga melintas di awan-awan yang menggantung di angkasa, kalo beruntung bisa sangat dekat sekali dengan pelangi. Namun demikian, fly in love juga memiliki risiko yang besar juga. Kalo diantara pilot dan co-pilot ada miskomunikasi, tentu pesawat itu akan menukik turun. Beruntungnya, pesawat itu normalnya ada di ketinggian yang cukup tingggi sehingga tidak akan langsung jatuh begitu hubungan diantara keduanya ada masalah, bila keduanya segera sadar, kendali pesawat memungkinkan pesawat akan terbang normal lagi. Berbeda hallnya dengan fall in love, sekali tepeleset maka akan jatuh dengan sukses, dan ketika jatuh biasanya akan susah bangun lagi, seperti petikan lagu yang seperti ini:
aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi
aku tenggelam dalam lautan luka dalam
aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang
So, move on itu susah atau tidaknya memang relatif, tapi sekali lagi, semua itu berasal dari satu kesalahan yang sama, kalian tidak mempersiapkan apa saja yang dibutuhkan selama perjalanan kalian (baca:pacaran) dan tiba - tiba masalah itu datang dan kalian tidak siap. Jadi sebelum mulai pacaran, siapkan dirimu untuk menerima kenyataan bahwa suatu saat mungkin kalian akan berpisah, jadi berikan seperlunya saja pada saat pacaran, dan berikan semuanya pada saat kalian sudah menikah.
Sekarang kita akan membahas susahnya move on dari sudut pandang yang sedikit berbeda. Memang sih, bagi sebagian besar orang, masih belum bisa menerima bahwa hubungan mereka harus berakhir. Ada banyak sebab dan alasan kenapa hubungan pacaran tersebut harus berakhir, mulai dari yang sederhana sampai yang rumit, mulai dari yang apa adanya sampai yang penuh rekayasa. Ada yang dengan alasan klasik aku mau fokus sama kuliahku, atau orang tua ku tidak mengijinkan kita melanjutkan hubungan ini, atau yang klasik banget, kamu terlalu baik buat aku, aku nggak bisa terus sama kamu, kamu pantas mendapatkan yang lebih baik dari aku.
Oke, kita tinggalkan saja alasan-alasan dan sebab-sebab tersebut, karena faktanya kenapa orang harus MOVE ON adalah karena mereka PERNAH MEMILIKI HUBUNGAN (baca:pacaran/tunangan). Jadi apapun alasan yang ada tadi memang hanya alasan yang dibuat-buat saja. Nah, kenapa mereka pacaran padahal sebagian besar dari mereka sadar bahwa hubungan mereka mungkin akan membuat mereka sakit hati saat putus. Kalo ditanya, kenapa mereka pacaran adalah karena mereka sedang jatuh cinta. Disinilah letak kesalahan yang sebenarnya dari orang-orang yang susah move on. MEREKA SUSAH MOVE ON KARENA DULU MEREKA FALL IN LOVE, BUKAN FLY IN LOVE. Ketika seseorang sedang jatuh cinta, biasanya sangat susah untuk bangun. Plato, seorang filsuf besar di jamannya pernah mengatakan demikian, "Love is a serious mental illness" yang artinya adalah cinta itu adalah penyakit jiwa yang serius. Cinta itu bisa membuat orang yang sehat menjadi terganggu jiwanya, seolah mereka hidup di negeri dongeng yang semua terasa indah. Ketika cinta itu berakhir, mereka seperti terbangun dari mimpi-mimpi indah mereka dan melihat kenyataan hidup yang begitu berat itu dan merindukan masa-masa utopia di negeri dongeng tersebut. membayangkan kembali masa-masa indah saat masih pacaran dan sebagainya. Kesalahan selanjutnya adalah mereka menikmati masa-masa jatuh cinta itu dan nggak segera bangun. Udah tau kalo bangun itu susah kann,, apa nggak inget tuh waktu kita kecil, waktu kita lagi belajar jalan, waktu awal-awal banget kita baru bisa berdiri dan mencoba berjalan, susah banget buat bangun kan? Meskipun kita udah gede gini, sebenernya kita masih "sekanak-kanak" dulu kok, kita tidak pernah menjadi TERLALU DEWASA untuk menjalani hidup ini. Setiap saat kita dihadapkan pada situasi-situasi baru yang menuntut kita untuk terus bekerja keras. Jadi jangan sering-sering jatuh, apalagi sengaja jatuh, kalaupun ingin jatuh, jatuhlah pada tempat yang tepat, jangan jatuh sembarangan. Demikian juga dengan jatuh cinta, jangan suka jatuh cinta, bagaimanapun jatuh itu sakit kan?
Oleh karena itu, saya lebih suka dengan istilah "Fly in Love" ketimbang "Fall in Love". Kalo Fly in love itu kita umpamakan pacaran itu naik pesawat, tapi isinya cuma ada pilot dan co-pilot aja. Terbang atau tidaknya tergantung bagaimana orang yang di dalamnya. Kalo fall in love kan kita jatuh, kalo fly in love kita akan terbang. Terbang tentunya diatas dong, kita bisa lihat keindahan bumi dari atas ketinggian, mungkin bisa juga melintas di awan-awan yang menggantung di angkasa, kalo beruntung bisa sangat dekat sekali dengan pelangi. Namun demikian, fly in love juga memiliki risiko yang besar juga. Kalo diantara pilot dan co-pilot ada miskomunikasi, tentu pesawat itu akan menukik turun. Beruntungnya, pesawat itu normalnya ada di ketinggian yang cukup tingggi sehingga tidak akan langsung jatuh begitu hubungan diantara keduanya ada masalah, bila keduanya segera sadar, kendali pesawat memungkinkan pesawat akan terbang normal lagi. Berbeda hallnya dengan fall in love, sekali tepeleset maka akan jatuh dengan sukses, dan ketika jatuh biasanya akan susah bangun lagi, seperti petikan lagu yang seperti ini:
aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi
aku tenggelam dalam lautan luka dalam
aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang
So, move on itu susah atau tidaknya memang relatif, tapi sekali lagi, semua itu berasal dari satu kesalahan yang sama, kalian tidak mempersiapkan apa saja yang dibutuhkan selama perjalanan kalian (baca:pacaran) dan tiba - tiba masalah itu datang dan kalian tidak siap. Jadi sebelum mulai pacaran, siapkan dirimu untuk menerima kenyataan bahwa suatu saat mungkin kalian akan berpisah, jadi berikan seperlunya saja pada saat pacaran, dan berikan semuanya pada saat kalian sudah menikah.


